Menjadi Tua: Sebuah Pelajaran dari Urban Sketcher

Entah kenapa, gue ngga suka merayakan ulang tahun.

Dulu-dulu sih gue nggak sebegitu pedulinya. Birthday is just another day when I can get extra discount for certain things, or maybe extra money as present. But that’s it. Tapi, semakin kesini gue semakin ngga suka dengan ulang tahun. Soalnya, hari yang satu itu selalu mengingatkan kalo gue bertambah tua satu tahun. Dan entah kenapa juga, ada sesuatu yang membuat gue tanpa sadar ngerasa kalo ‘bertambah tua’ itu seringkali dikaitkan dengan sesuatu yang negatif: fisik yang makin nggak prima, stigma-stigma, ekspektasi-ekspektasi aneh yang makin banyak bermunculan seiring bertambahnya usia, dll. dsb.

Maybe I used to grow up in a society where getting old is not quite appreciated, or look down upon. Or maybe it’s just my silly thought.

Hari ini, gue dateng ke acara Urban Sketcher Nederland di Den Haag. Buat yang belom tau, itu adalah acara dimana orang-orang yang suka gambar berkumpul di suatu kota di Belanda dan sketching bebas di berbagai spot, trus sharing-sharing hasil gambar, tips & trick, kenalan ama orang-orang ,dan ngobrol-ngobrol santai. Gue datang berdua sama temen gue. Di sela-sela sesi menggambar bebas itu, gue memperhatikan orang-orang yang dateng ke Urban Sketcher.

Banyak diantara mereka yang hadir adalah oma-oma, opa-opa, kakek nenek berambut putih, pria setengah baya, dan jarang yang anak muda. Mereka dengan santai berkumpul, menggambar bersama (atau sendirian), saling mengomentari dan mengapresiasi karya, penuh passion, senyuman, dan semangat. Gambar mereka juga keren-keren. Banyak yang bikin gue speechless.

Ngeliat mereka, tiba-tiba aja gue ngerasa menjadi tua itu tidak seburuk yang dibayangkan.

Mereka membuat gue percaya kalo lo bisa menjadi tua dan tetap punya semangat layaknya anak muda. Mereka bikin gue punya harapan kalo kehidupan di hari tua itu mungkin ga sesuram yang dibayangkan.. dan lo masih punya pilihan-pilihan untuk menikmati hidup sebagaimana yang lo inginkan. Bahwa menjadi tua bukan berarti lo harus berhenti belajar, mengekspresikan diri, mencoba hal-hal baru. Bukan cuma di Urban Sketcher, oma-oma dan opa-opa Belanda mengajarkan gue akan hal itu. Setiap hari, gue melihat orang-orang tua yang masih naik sepeda, berpakaian fashionable, jalan-jalan, nongkrong di kafe, pacaran (sama pasangannya), baca buku, berkehidupan aktif instead of diam di rumah meratapi hari tua.

Seneng aja liatnya. It’s like they defy the stereotype of old people (that I used to know).

Gue berharap semoga ketika tua nanti gue masih punya semangat seperti mereka, tidak terperangkap dalam ekspektasi orang-orang terhadap hari tua.

Anyway, enjoy the beautiful weather this week! 

Advertisements