All too well

Semenjak lagu All Too Well 10minutes version dan Short Movie-nya Taylor Swift rilis kemarin-kemarin, dunia nampaknya lumayan geger. Some swear by the song, some cry over the song. Gue pun mau nggak mau jadi kepo karena orangorang sekitar gue can’t stop talking about it like it is a big deal. Okay. Ya memang Mbak Tay ini jago banget kalo bikin lirik dan musik. It’s poetic and raw in a way. A great form of art.

Hanya saja… Gue nggak bisa relate.

It is a good song, and that’s it. Gue mencoba mencari-cari ingatan apa dalam hidup gue yang bisa bikin gue relate sama lagu ini. Tapi, nggak ada. Consequently, gue ngga bisa ikutan nge-hype kayak orang-orang. Yang berujung, mempertanyakan jangan2 gue missing out something in life? Trus merasa gak normal karena never really make any guy my whole world.

Or an oath, like Mbak Tay said.

Gue menunggu dan menunggu sejak gue seumuran Mbak Tay ketika mengalami apapun di lagu ini. Tapi ngga pernah dateng itu namanya brokenheart moment yang dirasakan orang2, hingga kini. Kalo orang yang gue sukain ndak suka gue balik, yaudah. Artinya gue kudu move on. Not necessarily ngelupain, sih. Cuma kek siasia aja ngabisin waktu buat orang yang bahkan nggak mikirin kita. Dan gue lebih sayang sama waktu gue yang gaakan kembali ketimbang menangisi orang yang gabisa gue raih. Lagian, kalo belom ada komitmen apaapa yang disetujui bersama, siapa gue berani2nya berekspektasi yang engga2? Memiliki aja engga, udah sok merasa kehilangan?

But maybe that is just my selfish thought.

Gue ngga tau gimana rasanya nangisin cowok semaleman. Ditinggal main game juga uda lupa. Kalo menangis karena besok deadline, itu baru sering. Susah juga kadang hidup ngga bisa ngehype bareng orang lain, tuh, karena jadi kayak out of place.

Tolong temanteman psikolog yang membaca ini: Apakah gue nge-skip tugas perkembangan gue at some point in life??

Am I not a normal human being?

Anyway, the way Mbak Tay mampu mengubah apa yang dia rasakan jadi sebuah masterpiece ini patut diacungi jempol.

Mungkin gue kudu bikin ke-tidak relate-an ini dalam sebuah karya. Idk.

Iklan