Love Hate Relationship with Social Media

Bisa dibilang, saya punya love-hate relationship sama social media. Beberapa tahun belakangan, saya jadi semakin pasif di dunia per-socmed-an semenjak menghapus twitter dan path. Not completely passive, though. Sesekali saya masih ngepost sesuatu, biasanya kalo nggak gambar, resep masakan, balesin komen. Dan bisa absen posting berbulan-bulan sampai bosan, kemudian posting dikit, lalu menghilang lagi. Tapi makin lama frekuensinya makin menjarang.

Ada satu hal yang saya perhatiin selalu terjadi tiap kali saya memutuskan untuk aktif di socmed setelah sekian lama absen:

Capek.

Awalnya sih lumayan engaged, karena banyak hal-hal baru yang saya lewatin selama absen. Tapi entah kenapa lama-lama kepala saya pusing. Kalo digambarin grafik exitement-nya, kira-kira kayak gini:

Rasanya kayak habis diet, trus dikasih makanan enak, kekenyangan, abis itu kembung dan begah. Bahkan kadang saya gak ngapa-ngapain juga. Cuma scrolling timeline.. Tapi capek. Apalagi saya ngerasa timeline makin kesini isinya makin pointless dan reaktif instead of solutif. Walaupun kadang ada juga yang berguna dan menarik. Tapi kalo boleh pake prinsip pareto, yang berfaedah cuma 20% dari seluruh konten yang ada. Kalo boleh beropini, hidup saya sebenernya jauh lebih tenang kalo gak maenan socmed.

I don’t mind quitting social media 100% if it isn’t for one thing: network.

Sejenuh-jenuhnya sama socmed, saya mengakui kalo socmed juga berpotensi besar buat membangun network. Sekarang sih saya lagi gak merintis bisnis yang gimana-gimana. Tapi saya cukup ngerasain dampaknya tidak menjaga network.

Beberapa taun yang lalu jaman-jaman saya masih kuliah S1, aktif bersocmed dan berkarya (?) di DeviantArt, buka jasa komisi ilustrasi masih lumayan menjanjikan. Waktu itu saya sering ngobrol dan keep in touch sama beberapa komunitas di berbagai socmed sehingga presence saya disana cukup terbangun, dan itu membuka banyak kesempatan positif–contohnya jadi sering dapet orderan. Dari kenalan-kenalan, atau orang-orang yang sering berinteraksi. Setelah saya kerja dan ngga sempet keep in touch di komunitas-komunitas itu, kesempatan itu berkurang drastis. Saya bahkan percaya lewat pengalaman kalo pengaruh network/follower itu bisa jauh lebih kuat daripada skill.

But it does make sense from psychological point of view, that people tend to choose someone they trust for business partner, or whatever. And trust cannot always be built in one night. Itulah dimana network berguna salah satunya–untuk membangun kepercayaan. Kadang pendekatannya harus pelan-pelan, walaupun kalo beruntung ada juga sih yang bisa instan. Tapi intinya, perihal network ini yang membuat saya gak bisa sepenuhnya off the grid dari dunia per-socmed-an. Karena siapa tau di masa depan saya pengen jualan, bikin bisnis kecil-kecilan, apapun yang membutuhkan network?

Jadilah urusan per-socmed-an ini jadi agak complicated buat saya. Dibuang sayang, tapi dipiara juga capek. Apalagi, aslinya saya bukan orang yang secara aktif suka networking. Ketemu sama orang aja kadang malas. Maintaining mass-relationship is one thing I am not good at, especially if there is no real good reason. Kadang, saya menggebu-gebu di awal tapi juga gampang cape setelah beberapa lama.

Saya masih mencoba nyari alternatif networking yang tanpa embel-embel socmed, tapi susah lah di era digitalisasi kaya gini. Menurut saya Socmed (or any follower-based platform) masih jadi media yang paling menjanjikan buat urusan per-network-an.

So, looks like I’m not going to completely ditch FB and instagram altogether. But I’ll take a break every now and then, to keep my own sanity.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s